Tapi dibalik semua itu, entah kenapa perilaku pengendara motor sekarang, bisa dibilang "keterlaluan".Sebagian besar, jarang atau mungkin tidak pernah mematuhi peraturan lalu lintas , seperti pada gambar di bawah ini:
Spoiler for yg pertama:

MELAWAN ARUS
Dengan alasan macet, ingin cepat sampai, terburu-buru banyak pengendara motor yg seringkali melawan arus. Selain berbahaya bagi diri sendiri, juga berbahaya bagi pengendara kendaraan dari arah lain. Malah bisa menambah parah kemacetan.
Jika ingin sampai tepat waktu, atur waktu perjalanan, prediksikan hal-hal yang tidak terduga (sperti macet) atau berangkatlah lebih pagi
Spoiler for yg kedua:
MERAMPAS HAK PEJALAN KAKI
seperti:

NAIK KE TROTOAR

NAIK KE JEMBATAN PENYEBRANGAN


<---yg ini buta huruf
BERHENTI DI ZEBRA CROSS
Sungguh benar2 egois.
Trotoar, jembatan penyebrangan, dan zebra cross diperuntukkan untuk pejalan kaki.Jalan raya untuk kendaraan. Pergunakanlah sesuai porsi dan haknya masing2. Jangan merampas hak orang lain
Spoiler for yg ketiga:
MENGABAIKAN KESELAMATAN
seperti:
TIDAK MEMAKAI HELM

TIDAK MEMAKAI HELM + BONCENGAN YG BERLEBIHAN

TIDAK MEMAKAI SPION

TANPA LAMPU BELAKANG
Banyak pengendara motor yg seringkali mengabaikan keselamatan. Ingat, anda bukan kucing yg bernyawa 9.
Spoiler for yg keempat:
PELANGGARAN LAIN2
seperti:


MEMBAWA BARANG YG BERLEBIHAN

MASUK JALUR BUSWAY

MENEROBOS PALANG PINTU KERETA API

TANPA PLAT NOMOR BELAKANG
dan masih banyak yang lain seperti:
- SMSan atau telpon2an sambil mengendarai motor
- 2 pengendara motor yg jalan beriringan sambil mengobrol
- tidak menggunakan lampu di malam hari.
ini ad request gan
yg ini dari om huanghau...
trima ksh atas tmbhnnya... klw udah iso diksh cendol deh

biar berimbang tak bantu deh
gak perlu bikin thread ya, cukup disalin ke page muka aja klo emank ts setuju
Indahnya Saling Berbagi di Jalan

Macet di jalan saat ini sudah merata dan terjadi setiap harinya, saat akan pergi kerja, jam makan siang dan pulang kerja. Baik mobil atau motor rasanya tidak bisa mengelak dari rutinitas tersebut, bahkan selalu juga terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol).
Saya sendiri sehari-hari beralih menggunakan sepeda motor, karena praktis, cepat dan ekonomis tentunya. Ketika akan pergi kerja ternyata hujan, barulah pakai mobil.
Ketika mengalami sendiri antara mengendarai mobil dengan mengendarai sepeda motor, saya belajar banyak hal dan saya rasa perlu di sharing.
Saat mengendarai mobil, banyak hal yang bisa saya lakukan sembari memegang kemudi ketimbang saya mengendarai motor. Panas terik matahari hingga hujan rintik-rintik sampai deras tidak terlalu mengganggu aktifitas saya di mobil. Apalagi mobil sudah didesain begitu nyaman dengan berbagai kelengkapannya.
Pada saat mengendarai motor, berbagai kenyamanan yang sebelumnya pernah saya rasakan di mobil harus saya tanggalkan. Sisanya ya berkeringat dengan jaket atau jas hujan, berhadapan dengan berbagai macam asap knalpot, kondisi jalan yang jelek dan banyak genangan air, hingga macetnya lalu lintas yang benar-benar secara psikologis membuat ingin segera sampai tujuan.
Dalam mengendarai motor, disarankan untuk berada di sebelah kiri. Namun karena ukuran motor tidaklah besar, maka motor seringkali akan memanfaatkan ruang gerak yang ada.
Maka sering dilihat, begitu ada ruang gerak kosong, motor akan mengisi ruang gerak tersebut.
Jika jalan cukup lebar, maka ruang gerak motor bisa di kiri jalan dan di tengah (di antara mobil).

Belajar dari situ, maka ketika saya menyetir mobil, saya akan usahakan untuk selalu lurus dengan mobil-mobil di depan saya agar memberikan ruang gerak motor.
Dengan demikian para pengendara motor dapat menggunakan jalur tersebut dengan baik dan lancar.


Kendalanya adalah pada angkutan umum. Angkutan umum sering memposisikan kendaraannya hingga menutup ruang gerak motor tadi.

Akibatnya motor akan tersumbat disitu dan berusaha mencari ruang gerak baru dengan pindah jalur ke jalur tengah atau bahkan naik ke trotoar sesaat untuk melewati kendaraan umum tersebut.

Begitu juga dengan mobil yang posisinya terlalu ke kiri atau terlalu ke kanan hingga menutup ruang gerak motor tadi.

Untuk mobil yang akan belok ke kiri atau masuk trotoar jalan (parkir), perlu tegas memposisikan kendaraannya hingga tidak membuat bingung pengendara motor, dengan cara menggunakan lampu sen dan kalau perlu klakson untuk memberitahu kalau mobil akan menepi.
Jika tidak demikian yang terjadi akan seperti ini, beberapa pengendara motor tergiring ke trotoar.

Nah, singkat cerita..
Marilah kita saling berbagi di jalan, buat pengguna mobil agar rapat dan lurus barisan di depannya sehingga memberi dan dapat mengarahkan ruang gerak pengendara motor.
Hasilnya, lalu lintas walau dalam kondisi macet terlihat damai dan rapih.
Untuk pengendara mobil pun akan diuntungkan, mobil tidak tergores oleh motor yang berpindah jalur.


Memang sharing ini tidak bisa langsung merubah seketika dan seluruhnya, namun mari kita mulai dari diri kita sendiri.
Semoga bermanfaat.
plus nambahin dikit
kok parkirnya begini yah







ada lagi

dilampu merah

yg ini gede imagenya
Spoiler for gede soalnya:
dijalur busway

didepan sekolah2 elite

biang kemacetan - parkir di sisi jalan

cumi - peraturan cuma mimpi

dah ah ntar kebanyakan
No comments:
Post a Comment